Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Peng Umum donk’ Category

Hermaprodit

Tadi ketika klak klik blog, saya membaca artikel tentang manusia hermaprodit. Ternyata.. manusia juga ada yang hermaprodit ya… kirain hewan doang… Awesome God..

Kasus ini terjadi karena gangguan selama berada di dalam kandungan. Secara anatomi, adanya kelamin ganda merupakan kelainan bawaan bukan terjadi pada saat pertumbuhan manusia. Secara teori, alat kelamin tidak mungkin mengalami perubahan pada masa pertumbuhan manusia, misalnya dari laki-laki menjadi perempuan, ataupun sebaliknya. Kecuali dengan operasi.

Dalam dunia kedokteran, hermaprodit terbagi menjadi tiga bagian:
1.hermaprodit murni

Yaitu dalam satu tubuh ada ovarium dan testis.Untuk genitalia external-nya (alat kelamin luar) bisa bervariasi. Ada yang bentuknya seperti penis atau vagina. Namun, ada pula yang alat kelamin luarnya tidak jelas. Artinya bentukan penis atau vagina tidak jelas.

2.hermaprodit pseudo male

Sering disebut laki-laki tapi palsu.Seseorang dengan kelainan tersebut memiliki organ kelamin wanita lengkap di tubuhnya. Tapi, klitoris yang dipunyainya membesar sehingga menyerupai penis. Bentukan penis itulah yang membuat seseorang tersebut diidentifikasi laki-laki. Padahal, sejatinya perempuan. Dalam hal ini, lubang tetap di bawah, klitoris yang disangka penis biasanya tidak berlubang ukurannya sekitar 2 cm sedangkan klitoris normal hanya seukuran kacang hijau.

3.pseudo female

Kebalikan dari varian kedua, seseorang yang menderita kelainan ini sebenarnya laki-laki, tapi alat kelamin luarnya menyerupai wanita.

Karena alat kelamin yang dimiliki ganda, maka biasanya akan dipilih jenis kelamin yang dominan melalui sistem operasi. Hanya saja, pada kasus hermaprodit ini, biasanya organ kewanitaan maupun organ laki-lakinya serba tanggung. Misalnya, terkadang memiliki vagina lengkap, ada payudara tapi tidak memiliki ovarium. Ataupun memiliki penis, tapi tidak memproduksi sperma. Sehingga biasanya jarang pada kasus ini bisa memiliki keturunan.

Bentuk kelainan ini bervariasi, mulai dari hipospadia (kelainan pada saluran kencing) sampai bentuk kelamin luar (perempuan atau laki-laki) yang tak normal. Hipospadia sering menyulitkan penentuan jenis kelamin, terutama pada bayi baru lahir. Pada kelainan ini saluran kencing tidak berakhir di ujung penis, tapi terputus di tengah saluran. Karena itu, jalan keluar urin ada di tengah bawah batang penis, pada daerah perineal di dekat anus atau di antara buah zakar.

Kalau lubang itu cukup besar memberikan kesan mirip lubang kemaluan perempuan, Apalagi pada bayi baru lahir, buah zakar belum begitu besar atau belum turun dari rongga perut, sehingga keberadaan lubang abnormal ini mengesankan kantong buah zakar seperti bibir vagina.

Cek dari Awal
Apabila terjadi kebingungan dalam penentuan jenis kelamin, sexing dapat dikerjakan dengan pemeriksaan DNA seperti FISH (fluorescence in situ hybridization). Ini adalah kombinasi antara pemeriksaan sitogenetik dan molekuler atau dengan analisis molekuler lainnya.

Apa Cirinya?
Keadaan genital bayi baru lahir memang belum begitu jelas karena sangat kecil. Namun, masih bisa diamati perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Bila terjadi kelainan, perlu diketahui kepastian jenisnya. Selain dengan pemeriksaan kromosom, beberapa penampakan bisa dicermati, sehinga kita tahu jenis kelamin anak yang sebenarnya.

Karakteristik pada genetik perempuan:
* Klitoris yang membesar dan tampak seperti penis kecil.
* Vagina yang tersembunyi karena lubangnya benar-benar tertutup

Karakteristik pada genetik laki-laki:
* Tuba atau lubang penis tampak begitu kecil dan sempit sementara penis tidak kelihatan nongol atau keluar. Ini disebut hipospadia.
* Penis kecil dan tidak normal karena saluran kencing sangat dekat dengan skrotum. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penis sangat dini pada masa perkembangan.
Jelas-jelas tidak kelihatan alat kelamin laki-laki. Biasa terjadi pada kasus berat.

Hermaprodit Ada yang merupakan kelainan bawaan, namun ada juga karena perubahan karena faktor luar. Kalau alat kelamin yang berubah tidak mungkin tanpa hasil rekayasa.
Faktor luar yang dimaksudkan adalahh lingkungan misalnya pembentukan keluarga, pengaruh teman-teman dan adanya perubahan hormonal dalam tubuh yaitu penggunaan obat-obatan tertentu terutama obat yang mengandung hormon. Misalnya, mengonsumsi obat hormon yang bisa mengubah hormon dalam tubuh manusia. Sehingga maka hati-hati mengonsumsi obat-obat yang mengandung hormon atau obat khusus pada jenis kelamin tertentu.

sumber http://www.jambi-independent.co.id/home/modules.php?name=News&file=print&sid=3899

Advertisements

Read Full Post »